Awas, Kekerasan di Dunia Maya Kian Meningkat

detail berita

ilustrasi

LONDON – Kemajuan teknologi yang luar biasa, ternyata memiliki dampak negatif yang tidak kalah dahsyatnya. Internet adalah salah satunya yang seringkali terkait dengan tindakan kriminal kepada orang lain. Anak-anak dan remaja disinyalir merupakan sasaran empuk dampak negatif internet.

Tim peneliti BeatBullying (suatu lembaga perlindungan korban kekerasan
internet) menemukan fakta baru mengenai kekerasan di internet (cyberspace) yang dari tahun ke tahunnya mengalami peningkatan. Kekerasan di dunia maya ini umumnya terjadi di situs sosial media, seperti Facebook dan Twitter.

Jenis kekerasan yang terjadi pun beragam dari mulai kekerasan verbal hingga pelecehan seksual. Menurut situs KnowTheNet, kebanyakan korban dari kekerasan internet ini merupakan remaja berumur 19 tahun.

Dilaporkan ada sekira 90 persen remaja menjadi target kekerasan di situs mahakarya Mark Zuckerberg ini. Sedangkan sisanya mengalami kekerasan di Twitter.

Dilansir Itv, Jumat (15/3/2013), umumnya mereka mengalami kekerasan secara online dan offline. Sebanyak 65 persen remaja mengalami kekerasan melalui offline dan hanya sepersekian persen yang berani melaporkan ke pihak berwajib.

CEO BeatBullying Emma Jane Cross, mengemukakan banyak remaja yang enggan melaporkan kekerasan yang dialaminya melalui internet karena merasa takut.

“Kekerasan di internet baik secara online maupun offline akan memiliki dampak yang besar terhadap remaja, terutama perkembangan mental dan psikisnya seperti depresi, kepercayaan diri rendah,” jelas Emma.

Bahkan, menurut Emma, kekerasan di dunia maya atau cyberbullying ini juga bisa menyebabkan para remaja ini bunuh diri. “Ini karena mereka tidak kuat menahan beban stress,” pungkasnya.

Karenanya diharapkan peran orangtua untuk melakukan pendampingan dan pembatasan pemakaian internet. Ketika ada pengawasan dan edukasi dari orangtua, diharapkan dampak buruk tersebut dapat dipahami anak dan sedini mungkin dihindari.

Meski pun pada kenyataannya, seperti yang dilansir Telegraph, bahwa peneliti menemukan fakta bahwa generasi tua merasa peranannya tergantikan oleh Google, Wikipedia, dan YouTube. Hal ini mengakibatkan anak-anak ataupun cucu mereka tidak lagi menanyakan pertanyaan-pertanyaan dasar.

Menurut hasil survei yang dilakukan Ofcom, banyak dari generasi tua mengungkapkan anak-anak masa kini jarang mau mendengarkan nasihat dan menanyakan hal-hal mendasar seputar urusan domestik.

sumber: http://techno.okezone.com/

Categories: Pengantar Teknologi Informasi | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: