Mengatasi Masalah Lampu Kilat Kamera

https://i0.wp.com/images.detik.com/content/2013/06/19/1279/flashcamera.jpgIlustrasi (Ist)

Jakarta – Ada Pertanyaan yang cukup bagus dari pembaca Info Fotografi tentang lampu kilat (flash). Kurang lebih pertanyaannya seperti ini:

1. Mengapa saat mengunakan flash di tempat gelap (resepsi pernikahan), dalam ruangan, kadang hasil fotonya terang, kadang gelap?

Saat kondisi cahaya gelap, flash membutuhkan tenaga yang tinggi untuk menerangkan subjek dan ruangan. Sehingga membutuhkan “recycling time” yang cukup lama. Recycling time adalah waktu yang dibutuhkan oleh flash kembali pulih dan siap untuk menembakkan kekuatannya secara penuh. Kadang, waktu yang dibutuhkan 5-6 detik, tapi kadang bisa lebih cepat atau bahkan lebih lambat.

Kalau kita memotret dalam waktu berturut-turut dalam waktu cepat, misalnya setiap 3 detik (dibawah recycling time 5-6 detik), maka kekuatan flash akan lebih lemah daripada sebelumnya.

Cepat lambatnya recycling time ini tergantung kualitas flash yang dipasang di atas kamera. Contohnya, Lampu kilat kelas atas Nikon SB910 memiliki recycle time yang sangat singkat, yaitu 2 detik saat digunakan dengan kekuatan penuh. Baterai yang dipasang di kamera juga berpengaruh cukup besar. Sebaiknya mengunakan baterai yang rechargeable dan berkapasitas tinggi. Jika baterai sudah hampir habis, kinerjanya juga akan melambat.

2. ISO perlu dinaikkan tidak saat memakai flash?

ISO mempengaruhi kekuatan flash dan juga cahaya lingkungan (termasuk lampu dalam ruangan). Dengan menaikkan ISO, lampu kilat yang berkekuatan rendah dapat terbantu. Menaikkan ISO juga akan membuat cahaya lingkungan menjadi lebih terang. Jadi kalau memakai lampu kilat, ISO juga boleh dinaikkan jika dibutuhkan.

ISO 500, 1/200 detik, f/6.3 – ISO dinaikkan ke 500 untuk membantu kekuatan lampu kilat dan memasukkan cahaya lingkungan sehingga foto terlihat lebih alami. – Foto keluarga tur fotografi ke Pangalengan.

3. Mode kamera apa yang terbaik saat memakai lampu kilat: Manual, A/Av, S/Tv atau P?

Pada intinya, pakai mode apa juga baik, asal kita tau fungsi mode kamera masing-masing. Biasanya saya memakai mode manual saat memakai lampu kilat supaya saya bisa mengendalikan pencahayaan dengan lebih akurat sesuai keinginan saya.

Untuk bisa menentukan yang paling cocok buat masing-masing, saya anjurkan membaca dan mempelajari beberapa artikel dibawah ini:

1. Segitiga emas exposure

2. Memilih mode kamera

3. Tips-tips lampu kilat lainnya

Categories: Pengantar Teknologi Informasi | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: