Menyederhanakan Komposisi Foto dengan Isolasi

https://i2.wp.com/images.detik.com/content/2013/06/05/1279/dsc_6994dalem.jpg<Kabut secara alami membuat pohon-pohon terisolasi dari lingkungannya, ISO 500, f/4, 1/100 detik, 82mm>
Jakarta – Salah satu tujuan komposisi foto adalah mengorganisasikan elemen-elemen visual sehingga terkesan teratur, utuh dan harmonis. Masalahnya adalah dunia yang kita pandang jarang sekali teratur.

Di pasar misalnya, ada penjual, pembeli, barang dagangan, kendaraan dan banyak lagi. Jika kita memotret tanpa menghiraukan komposisi, foto kita akan terlihat berantakan. Yang melihat foto akan kebingungan mencari makna dari foto tersebut. “Apa ya yang ingin dikomunikasikan atau ditonjolkan dari foto tersebut?” demikian benak yang melihat fotonya.

Semakin sederhana komposisi foto, semakin mudah pemirsa mencerna apa yang kita ingin utarakan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan supaya subjek foto menonjol. Pertama adalah dengan membuat latar belakang blur.

Cara termudah adalah dengan mengunakan lensa berbukaan besar, dan setting ke bukaan terbesar, contohnya f/1.4. Cara kedua adalah mengunakan lensa telefoto dan zoom sejauh mungkin. Letakkan subjek foto jauh dari latar belakangnya.

Cara yang tidak terlalu lazim yaitu membingkai foto dengan mengunakan bayangan, kabut, salju atau elemen lainnya. Tujuan dari semua ini adalah untuk membuat fokus pemirsa foto untuk tertuju ke subjek foto yang utama.


(Keterbatasan sensor kamera untuk menangkap perbedaan gelap terang di dalam dan di luar gua mengisolasikan perahu dengan lingkungan di luar gua. ISO 800, f/5.6, 1/400 detik, 70mm)


Cara ini tidak semudah cara pertama, dibutuhkan pengamatan yang lebih jeli, dan kadang-kadang dibutuhkan sedikit keterampilan teknis.

Misalnya menyetel kompensasi eksposur ke arah minus saat menggunakan bayangan untuk framing. Saat memakai jurus ini, fitur active D-lighting and auto optimizer harus dimatikan supaya daerah bayangan tidak terlalu terang (kecuali memakai setting image quality RAW).


(Penjala ikan ini terisolasi karena pemilihan latar belakang yang sederhana. Bukaan besar dan lensa telefoto juga membuat latar belakang menjadi kabur, ISO 6400, f/2.8, 1/250 detik, 200mm)

Olah digital juga memegang peran penting dalam mengisolasi sebuah foto. Misalnya menghilangkan sebagian pengganggu dengan teknik close/healing brush, atau cropping. Kita juga dapat menggelapkan dan menerangkan bagian-bagian foto supaya subjek utama terlihat lebih menonjol.

Jurus terakhir untuk mengisolasi subjek adalah dengan memanfaatkan shutter speed. Kita bisa mengunakan shutter speed yang relatif lambat seperti 1/30 detik kemudian mempanning kamera mengikuti arah subjek bergerak.


(Kapal merah kontras dengan lingkungannya yang bernuansa biru menjadikan kapal ini terisolasi dan menonjol, ISO 450, f/8, 1/320 detik, 200mm)

Teknik ini tidak mudah dan tidak selalu berhasil dengan baik. Yang paling mudah yaitu jika subjek foto melintas tegak lurus dibanding dengan kamera. Jika berhasil, subjek akan tajam sedangkan latar belakang akan kabur. Tapi kaburnya foto bukan karena bukaan besar, tapi dari pergerakan kamera.

Dengan berbagai cara di atas, kita dapat membuat foto yang lebih kuat dan enak dilihat. Silakan mencoba!

Categories: Pengantar Teknologi Informasi | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: